Rincian penjualan SIDO pada kuartal III-2017 di antaranya untuk produk jamu herbal dan suplemen sebesar Rp 1,19 triliun atau naik 7,5% year on year (yoy). Sedangkan untuk produk makanan dan minuman menurun 17,12% menjadi Rp 599,89 miliar. Lalu pendapatan farmasi sebesar Rp 68,53 miliar atau naik 11,55% yoy.
Kemudian untuk mengejar pertumbuhan penjualan produk herbal, SIDO akan memperbarui beberapa produk herbal menjadi format yang baru.”Kami masih memiliki porsi dan pangsa pasar yang stabil untuk produk tradisional. Sebelumnya, kami menjadi yang pertama renew produk jamu dengan format rasa baru," kata Irwan Hidayat.
Disebutkan, inovasi tersebut diyakini membantu perseroan untuk tetap bersaing di pasar industri obat-obatan herbal dan tradisional. Segmen ini memberi kontribusi hingga 15% pada total penjualan perseroan.
"Perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) dari sisa dana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham sebesar Rp66,1 miliar. Penggunaannya antara lain, sebesar Rp48,2 miliar untuk ekspansi gudang distribusi dan Rp2,5 miliar untuk pembangunan teknologi informasi, sementara Rp15,4 miliar dari dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan pabrik herbal," papar dia.
(Risna Nur Rahayu)