JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan kenaikan harga beras menjadi pendorong tertinggi inflasi di Januari 2018. Kenaikan harga beras yang menyebabkan inflasi juga sudah terjadi sejak bulan Desember 2017 lalu, sehingga BPS berharap di bulan ini harga beras bisa turun.
"Harga beras di awal Januari memang naik tinggi. Tapi beberapa hari terakhir dan karena panen di beberapa daerah, harga beras dan gabah menunjukkan penurunan," ungkap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Baca juga: BPS Bakal Hitung Inflasi Uang Elektronik
Menurut Kecuk, seperti tahun sebelumnya di Februari akan terjadi panen besar dan puncaknya di Maret. Dengan demikian maka harga beras diharapkan akan turun karena stok beras di Bulog akan bertambah.
"Jadi kalau harga beras masih naik di Januari memang belum musim panen. Tapi harga beras dan gabah di beberapa daerah sudah mulai menurun, sehingga kita harap di Februari tidak berkontribusi lagi," jelas dia.
Baca juga: Inflasi Januari 2018 0,62%, Turun Dibanding Bulan Sebelumnya
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan BPS Yunita Rusanti menjelaskan, kenaikan di akhir dan awal bulan untuk harga pangan sudah seakan menjadi tren karena stok yang mulai sedikit sehingga harus menunggu panen pada Februari. Dengan hal ini, maka pada Februari juga harga beras bahkan cenderung mengalami deflasi karena stok yang berlimpah.