Lewat pola bertani ramah lingkungan ini, petani diajarkan menyudahi budaya membuka lahan dengan harus membakar. Caranya, pohon-pohon atau ranting lahan dari pembukaan lahan diolah lebih dahulu untuk dijadikan kompos. Guna membantu petani mengolah kompos, PT Agrolestari Mandiri juga membantu penyediaan peralatan. Kompos yang dihasilkan kemudian dijadikan pupuk tanaman sayur atau padi. Petani juga memanfaatkan kencing sapi dan kambing yang diternak untuk campuran kompos.
”Pola bertani ini memang lebih capai, tapi akhirnya senang karena hasilnya lebih maksimal,” kata Ketua Kelompok Tani Mina Bedulur Ahmadi, 50, bangga.
Selain Lembah Hijau 2, tujuh desa lainnya yang menjadi binaan dalam program DMPA adalah Tajok Kayong, Nanga Tayap, Lembah Hijau 1, Siantau Raya, Sungai Kelik, Simpang Tiga Sembelangaan, dan Tanjung Medan. Pekan lalu, delapan desa ini mendapat penghargaan dari Sinar Mas Agribusiness and Food karena berhasil menekan angka kebakaran drastis pada dua tahun terakhir.
Tekan Kebakaran
Berkat program DMPA di wilayah Kabupaten Ketapang, titik panas (hotspot) bisa dikurangi hingga sekitar 700%. Pada 2015 atau saat wilayah ini dilanda kebakaran hebat, titik panas mencapai 213 lokasi. Setelah PT Agrolestari Mandiri membuat satgas penanggulangan pada 2016 serta mengajak masyarakat setempat turut beserta aktif melakukan pencegahan, titik panas bisa berkurang hingga menjadi 23 lokasi. Bahkan, pada 2017 titik panas bisa ditekan separuh lagi hingga menjadi hanya di 12 lokasi. Penurunan drastis juga terjadi pada jumlah titik api (firespot). Tiga tahun silam titik api mencapai 158 lokasi. Setelah Sinar Mas Agribusiness menggerakkan pencegahan lewat DMPA, titik api hanya tujuh lokasi.
Kunci keberhasilan program ini adalah penyadaran aktif kepada masyarakat sekitar perkebunan diikuti pemberdayaan ekonomi warga. ”Keberhasilan ini akan kami kembangkan di wilayah perkebunan lain,” ujar Vice President Agronomy Sinar Mas Agribusiness and Food Wilayah Kalbar Junaidi Piliang. Selain memberikan ‘kail’ kepada petani lewat program PET, Sinar Mas juga me ngampanyekan bahaya kebakaran sejak dini lewat siswa-siswa SD.
Junaidi mengakui upaya mengubah budaya masyarakat lokal ini tak semudah membalik tangan. Namun, dia optimistis, kebakaran bisa ditekan bahkan hingga zero burning. Dengan kolaborasi positif antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat, harapan Kalbar bebas asap bukan lagi sekadar impian. (Abdul Hakim)
(Dani Jumadil Akhir)