JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa penghentian sementara proyek infrastruktur layang (elevated) memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut bahwa instruksi tersebut justru meningkatkan kepercayaan investor, karena kualitas dari proyek tersebut makin bagus.
"Justru meningkatkan investor, karena kita melakukan koreksi agar kualitasnya jadi baik," ujar Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Rabu (21/2/2108).
Dia menilai instruksi Presiden untuk memberhentikan sementara proyek infrastruktur tersebut tidak akan mempengaruhi perekonomian. Dalam jangka panjang kebijakan itu dinilai akan memberikan dampak positif.
Baca Juga: 4 Proyek Besar Dihentikan akibat Banyak Kecelakaan Kerja, Ini Daftarnya
"Dalam jangka panjang tidak ada pengaruhnya tapi justru akan lebih baik," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, penghentian sementara proyek tersebut tidak akan berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, proyek tersebut dibangun menggunakan anggaran BUMN.
Terlebih hal tersebut hanya bersifat sementara, sehingga Rini meyakini tidak ada pengaruh yang negatif, justru meningkatkan keamanan proyek.
Baca juga: Proyek Infrastruktur Ambruk, Jokowi Tak Mau Kecolongan hingga Sanksi Berat
"Enggak ada (kendala anggaran), karena proyek itu tidak pakai anggaran APBN. Enggak pakai anggaran Menteri Keuangan, itu semua BUMN dan bukan moratorium. Hanya pemberhentian sementara untuk pembangunan elevated yang layang," jelasnya.
Sekadar informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh proyek infrastruktur jalan layang (elevated) di Indonesia dihentikan sementara. Keputusan tersebut diambil menyusul banyaknya kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: Moratorium Infrastruktur Elevated, Menko Luhut: Jangan Sampai Seperti Olimpiade Brasil
Presiden menegaskan, penghentian proyek elevated tersebut, tidak hanya pada infrastruktur jalan tol, tetapi menyeluruh termasuk light rail transit (LRT) dan fly over di seluruh Indonesia. Jokowi juga meminta agar seluruh proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah diawasi ketat secara rutin.
(Rani Hardjanti)