Sebelumnya China Development Bank (CDB) akan mengucurkan dana USD500 juta untuk pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pinjaman tahap awal tersebut dijadwalkan cair Maret mendatang.
”Kami tinggal finalisasi dokumen dengan perbankan. Kita harapkan Maret bisa segera cair,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, baru-baru ini.
Pencairan pinjaman USD500 juta tersebut merupakan bagian dari pinjaman yang disetujui CDB dengan total USD 5,9 miliar.
Pencairan pinjaman awal proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut sempat terkendala untuk dicairkan. Hal itu karena ada keterlambatan pembebasan lahan. CDB mensyaratkan pembebasan lahan harus mencapai 53% dari total lahan jika pinjaman ingin dicairkan.
Rini menuturkan, saat ini pembebasan lahan baru 55 kilometer (km). Rinciannya adalah 22 km lahan yang siap dibangun dan 33 km lainnya masih dalam tahap pembebasan lahan (land clearing).
Dengan masih tersendatnya proses pembebasan lahan, Rini menyebut, pembangunan kereta cepat ini baru bisa selesai pada 32 bulan jam kerja yang dihitung dari Februari 2018 sehingga akan rampung pada Oktober 2020. ”Kami masih sangat berharap. Kan sekarang hitungannya 32 bulan, 32 bulan dari pembangunan. Sekarang sudah mulai land clearing di Halim,” kata Rini. (Ant/Ichsan Amin)
(Martin Bagya Kertiyasa)