"Saya menegaskan pemerintah, BUMN, dan swasta harus saling melengkapi tidak saling berkompetisi, karena kalau saling berkompetisi kasihan rakyatnya. Tentunya, kalau sesuai kapasitas masing masing bagaimana bersama sama membangun negara kita lebih baik lagi sehingga bisa menjadi Indonesia yang seperti kita harapkan," jelasnya.
Jangan sampai, perusahaan BUMN justru mengambil jatah swasta dengan terus mengutamakan profit. Sementara pada akhirnya masyarakat menjadi terabaikan karena BUMN terlalu fokus pada profit.
Hary Tanoe menyebut Indonesia bisa mencontoh negara yang ada di luar negeri. Pada negara tersebut, pemerintahannya membagi perusahaan BUMN ke dalam dua bagian yakni agen development yang bertugas melayani masyarakat dan comersial yang secara khusus untuk berbisnis.
"BUMN itu di beberapa negara dibagi dua. Yang sifatnya agent development dan ada juga yang komersial. Jadi enggak boleh cari untung terus. Jadi saya rasa ini hal yang perlu kita kembangkan bagaimana pemerintah dan unsur di dalamnya bersatu padu," kata Hary Tanoe.
(Martin Bagya Kertiyasa)