Perusahaan raksasa minyak asal Timur Tengah, Aramco awalnya akan go public di busa saham besar, seperti New York atau London. Diperkirakan valuasi saham Aramco mencapai USD1 triliun hingga USD2 triliun.
Sekadar informasi, perusahaan minyak raksasa tersebut menunda rencananya untuk go public di bursa saham luar dan memilih untuk IPO di dalam negeri.
Padahal, dalam dua tahun bursa saham Nasdaq terakhir mereka benar-benar fokus pada apa yang menjadi elemen inti dari infrastruktur yang akan dikembangkan. Dengan demikian, maka bisa diterima dalam investasi asing. "Kami (Nasdaq) sudah menjadi mitra teknologi untuk pertukaran Saudi selama 20 tahun," kata CEO Nasdaq Adena Friedman.
Friedman mengatakan, ambisi perusahaan minyak Aramco untuk melakukan IPO yaitu untuk memastikan bahwa pihaknya diposisikan dengan baik untuk menjadi pilihan bagi kerajaan jika mereka membuat keputusan untuk daftar di luar Arab Saudi.
(Martin Bagya Kertiyasa)