Dolar AS Meroket berkat Ketegangan Timur Tengah Mereda

Antara, Jurnalis
Jum'at 13 April 2018 07:09 WIB
Kurs dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
Share :

NEW YORK  - Kurs dolar AS menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berkurang. Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,19% menjadi 89,737 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2330 dari USD1,2365 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,4226 dari USD1,4176 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7756 dari USD0,7757.

Baca Juga: Dolar AS Melemah Akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Dolar AS dibeli 107,20 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,91 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9621 franc Swiss dari 0,9580 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2587 dolar Kanada dari 1,2578 dolar Kanada.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Rusia harus bersiap-siap untuk serangan rudal terhadap Suriah. Dia mengubah peringatannya, serangan militer bisa segera terjadi atau tidak secepat itu. Para analis mengatakan kata-kata terbaru Trump menurunkan kekhawatiran para investor untuk ketegangan geopolitik dan meningkatnya selera pasar terhadap aset-aset berisiko. Greenback naik lebih dari 0,4% terhadap yen Jepang, mata uang "safe-haven" tradisional.

Baca Juga: Dolar Melemah meski Ketegangan AS-China Menurun

Di sisi ekonomi, permohonan baru untuk tunjangan pengangguran AS turun pekan lalu, menunjukkan penguatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan. Dalam pekan yang berakhir 7 April, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 233.000, turun 9.000 dari tingkat tidak direvisi pekan sebelumnya sebesar 242.000.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 230.000, meningkat 1.750 dari rata-rata tidak direvisi pekan sebelumnya 228.250.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya