"Paling tidak menahan untuk Capital outflow. Paling tidak juga sudah lihat kan kira-kira The Fed kan menaikkan 75-10 basis poin. Jadi paling tidak kalau kita sampai 50 (basis poin) itu sudah cukup bagus lah untuk bahwa Rupiah," jelasnya.
Selain itu lanjut Aviliani, Bank Indonesia juga perlu berhati hati dalam menambah cadangan devisa. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah perlunya pertimbangan pinjaman bilateral agar bisa meredam kepanikan pihak yang memiliki utang luar negeri.
"Terus yang kedua dari sisi Cadangan Devisa mungkin perlu dipertimbangkan apakah kita kan punya pinjaman bilateral untuk meningkatkan cadangan devisa kita. Atau yang kedua mengatur Capital outflow terutama orang yang punya banyak utang luar negeri kan jadi panik," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)