Deretan Transportasi Masa Depan yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 03 Juni 2018 14:12 WIB
Ilustrasi: Transportasi Masa Depan (Koran Sindo)
Share :

JAKARTA - Teknologi transportasi berkembang sangat pesat. Sedikitnya ada lima inovasi yang diprediksi mengubah sistem transportasi masa depan, yaitu mobil terbang, hyperloop, sistem subway, e-Palette, dan mobil cerdas.

Soal mobil terbang memang terdengar seperti fiksi ilmiah. Namun, keberadaannya tidak bisa dimungkiri. Sejumlah perusahaan di berbagai negara kini tengah mengembangkannya mulai dari Eropa, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan China. Dengan investasi hingga miliaran rupiah dan riset selama bertahun-tahun, mobil terbang kemungkinan bakal segera menjadi kenyataan.

Sebut saja perusahaan asal Belanda, PAL-V, yang menjual mobil terbang PALV Liberty senilai USD399.000 (Rp5,5 miliar). Namun, tidak semua orang dapat membelinya sebab calon pembeli disyaratkan memiliki surat izin mengemudi dan menerbangkan pesawat. PAL-V menyatakan, mobil itu baru akan dikirim ke pembeli pada 2019.

PAL-V Liberty merupakan kendaraan roda tiga yang dapat diubah menjadi gyrocopter dalam waktu 5-10 menit. Saat hendak mengudara, PAL-V Liberty meregangkan baling-baling. Kendaraan ini butuh landasan khusus. Dengan mesin Rotax dan kapasitas tangki 102 liter, mobil itu dapat menjelajah hingga 399 km di udara.

 

Ilustrasi Mobil Terbang (Foto: Carscoops)

Startup asal China, Ehang, juga merancang mobil terbang yang dinamakan Ehang 184. Kendaraan yang dilengkapi delapan baling-baling dan navigasi otomatis itu mampu mengangkut bobot hingga 100 kilogram. “Pesawat ini dapat terbang pada ketinggian 300-500 meter,” ujar Pendiri Ehang, Derrick Xiong, dikutip straitstimes.com.

Audi yang menggandeng Airbus dan Italdesign juga tidak mau kalah. Mereka merilis mobil terbang bertenaga listrik Pop.Up yang dapat mendarat secara horizontal dan vertikal. Dengan tenaga penerbangan output gabungan sebesar 160 kW, kendaraan itu dapat kecepatan tertinggi 120 kilometer per jam.

Selain mobil terbang, penduduk di AS juga tidak lama lagi akan menikmati teknologi Hyperloop, yakni kereta kapsul yang membuat orang dengan pod melayang pada kecepatan 1.223 km per jam. Teknologi ini dipastikan akan mengubah cara manusia berpindah dari satu titik ke titik lain sangat kilat.

Architect Foster and Partners saat ini tengah mendesain konsep pod yang bisa mengangkut kargo dengan biaya setaraf, tapi polusi yang ditimbulkan lebih sedikit. Perusahaan yang berbasis di London itu bekerja sama dengan Virgin Hyperloop One milik Richard Branson.

 

Virgin Hyperloop One merupakan satu dari dua konsorsium yang mengembangkan teknologi itu. Bersama operator DP World, mereka berencana mengembangkan rute di sepanjang Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

“Jika Anda melihat sejarah, selalu muncul teknologi transportasi baru. Biasanya, kemajuan transportasi dimulai dengan kargo. Pasalnya, orang ingin melihat dan membuktikan keamanan dan keselamatan teknologi itu,” ungkap Kepala Studio Foster and Partners Stefan Behling. Sistem ini diyakini lebih cepat dibanding truk.

Seluruh sistem Hyperloop akan menggunakan energi terbarukan untuk menghindari produksi emisi langsung. Pergerakan manusia dan barang ini bagian dari infrastruktur penting yang menghubungkan seluruh kota. Saat Hyperloop mengubah pergerakan logistik dan orang, kota masa depan akan ada di depan mata.

Hyperloop memiliki pod mengambang, ditenagai listrik dan magnetik, bergerak melalui pipa rendah gesekan dengan kecepatan puncak 1.220 km per jam. Co-Founder Tesla Motors Elon Musk menjadi pencetus ide pertama teknologi itu pada 2013. Dengan inovasinya, perjalanan antara Dubai dan Abu Dhabi hanya membutuhkan waktu 12 menit, dibanding sebelumnya lebih dari 90 menit.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya