Deretan Transportasi Masa Depan yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 03 Juni 2018 14:12 WIB
Ilustrasi: Transportasi Masa Depan (Koran Sindo)
Share :

Hyperloop One menekan kerja sama dengan pemerintah UEA untuk membangun jalur Hyperloop di Abu Dhabi dalam lima tahun. Hyperloop One sukses melalui serangkaian uji coba. Kendaraan mereka, Hyperloop XP-1, berhasil melaju dengan kecepatan 310 km/jam dan kecepatan maksimal 600 km/jam pada 2017.

Teknologi transportasi berkembang sangat pesat. Sedikitnya ada lima inovasi yang diprediksi mengubah sistem transportasi masa depan, yaitu mobil terbang, hyperloop, sistem subway, e-Palette, dan mobil cerdas.

Hyperloop One menekan kerja sama dengan pemerintah UEA untuk membangun jalur Hyperloop di Abu Dhabi dalam lima tahun. Hyperloop One sukses melalui serangkaian uji coba. Kendaraan mereka, Hyperloop XP-1, berhasil melaju dengan kecepatan 310 km/jam dan kecepatan maksimal 600 km/jam pada 2017.

 

Hyperloop juga berpeluang diterapkan di Indonesia. Hyperloop Transportation Technologies (HTT) bekerja sama dengan pemerintah dan mengumumkan akan melakukan studi kelayakan di Indonesia dengan investasi USD2,5 juta (Rp33,3 miliar).

HTT meyakini sekitar 2020 atau 2021, Hyperloop akan mulai beroperasi. Jika jadi diterapkan, waktu tempuh dari Jakarta menuju Yogyakarta akan terpangkas dari 10 jam menjadi hanya 25 menit. Sebagai pusat bisnis, perdagangan, dan pemerintahan, Jakarta diyakini memerlukan moda transportasi baru yang lebih cepat karena tingkat kemacetannya buruk, bahkan salah satu yang terburuk di Asia.

Perusahaan teknologi dan mobil juga bersama-sama menghadirkan kendaraan pintar untuk memberikan solusi transportasi bagi konsumen. Para produsen mobil raksasa unjuk teknologi terbaru hasil kerja sama dengan mitra mereka yang memasok sistem otomatisasi.

 

Mobileye telah membantu mengembangkan mobil self-driving . Mobil itu dilengkapi 12 kamera, radar, scanner laser, prosesor, dan sistem canggih yang dikembangkan sendiri oleh Intel dan Mobileye. Sepanjang tahun ini Intel bahkan berencana meluncurkan 15 proyek kendaraan otonom yang bekerja sama dengan 14 produsen mobil.

Jumlah ini meningkat dari 2017 (enam proyek). “Ada tiga area kritis dalam pengembangan mobil otonom ini, yakni sensor, manajemen pengalaman di jalan, dan aturan lalu lintas,” ujar CEO dan CTO Mobileye Amnon Shashua, dikutip zdnet.com. Tak kalah penting teknologi untuk mendeteksi lampu lalu lintas, rambu, kondisi jalan, dan kemampuan mencari jalur terdekat.

Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook jauh-jauh hari sudah menunjukkan minat mengembangkan teknologi selfdriving. Dengan membentuk Apple Car, Tim Cook ingin membuat sistem autonomous atau perangkat lunak pendukungnya. Mereka bekerja sama dengan Hertz untuk menguji sistem tersebut di mobil SUV.

Seperti Apple, Google yang membentuk divisi baru Waymo juga sedang mencoba membuat sensor dan perangkat lunak self-driving. “Teknologi itu akan membantu Anda bepergian dari rumah ke rumah tanpa mengemudi,” ungkap Google. Waymo sudah menyimpan data 4 juta mil jalur di sejumlah kota besar di AS.

Microsoft juga menekan kemitraan dengan perusahaan automotif BMW, Ford, Renault-Nissan, Toyota, dan Volvo mengembangkan mobil tanpa sopir atau self-driving. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan perusahaan internet China, Baidu, untuk menjual layanan komputasi awan Azure terhadap pabrik pembuat mobil self-driving.

Teknologi ini juga dikembangkan perusahaan ritel online Amazon yang bergandengan dengan Toyota. Dua perusahaan tersebut merilis kendaraan self-driving e-Palette. “Kemitraan tersebut memberikan kesempatan kepada Amazon untuk mengeksplorasi ide baru,” ujar Wakil Presiden Amazon Logistic Tim Collins.

Khusus soal Toyota e-Palette, produsen mobil raksasa asal Jepang itu menyatakan, mobil swakemudi itu dirancang untuk mengirimkan paket atau layanan antar yang bisa dikendalikan dengan smartphone.

Selain dengan Amazon, pengembangan e-Palette juga melibatkan perusahaan transportasi online Uber dan Pizza Hut. Kendaraan listrik ini menurut rencana akan diresmikan penggunaannya pada ajang Olimpiade Tokyo 2020. (Muh Shamil)

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya