"Untuk itu diperlukan pengunaan robot, speed data dan sangat penting. Jadi dipikirkan bagaimana efisiensikan logistik, kalau distribusi retail ada lokasi sehingga supaya sebanyak-banyak isi pasar supaya efisien," tuturnya.
"Kemudian kalau itu sudah, industri sudah bisa tahu rasa, bentuk apa yang dibutuhkan di lokasi atau pasarnya. Itu bisa diterjemahkan dalam produksi spesifikasi, volume," sambungnya.
Secara keseluruhan, memang kata Adhi, belum ada industri mamin yang menerapkan industri 4.0. Hanya saja, sudah ada industri yang mulai dengan efisiensi logistik, membuat Research and Development (R&D) dan lainnya.
"Jadi kita harus mulai bahwa kalau tidak mulai kita bisa tergilas perubahan itu sendiri," tuturnya.
(Dani Jumadil Akhir)