Awal bulan ini, McDonald mengatakan bahwa itu menghapus sementara menu salad di 3.000 restoran yang dimungkinkan sudah terpengaruh oleh wabah.
"Dari banyaknya peringatan, kami memutuskan untuk menghentikan menjual salad pada restoran yang terpengaruh, sampai kita dapat menggantinya pada suplier. Kami sedang pada tahap menghilangkan campuran salad dari restoran dan pusat distribusi yang diidentifikasi - di mana termasuk sekitar 3.000 dari restoran primer di US yang berlokasi di Midwest," demikian pernyataan McDonald’s seperti dilansir Nation's Restaurant News, Jumat (27/7/2018).
Sementara itu, CEO McDonald Steve Easterbrook mengatakan bahwa perusahaan mereka menemukan suplier salad baru untuk restoran-restoran itu.
"Semua restoran sudah diisi ulang dengan bahan yang baru dan kami melanjutkan perdagangan." ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)