“Belum lagi dari Blok Rokan, signature bonus dan komitmen kerja pasti kita bisa kantongi USD784 miliar. Ini merupakan investasi,” ujar dia.
Sementara terkait realisasi investasi di sektor ESDM secara keseluruhan tercatat sebesar USD9,48 miliar. Realisasi itu baru tercapai 25,48% dari target investasi sektor energi tahun ini sebesar USD37,2 miliar.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, pada semester I/2018 sektor migas mempunyai nilai investasi terbesar dibandingkan sektor ketenagalistrikan, mineral, dan batu bara.
Untuk investasi ketenagalistrikan sebesar USD2,83 miliar atau 23,19% dari target tahun ini sebesar USD12,2 miliar. Sedangkan investasi sektor minerba sebesar USD790 juta atau 12,74% dari target USD6,2 miliar. Selanjutnya investasi sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi sebesar USD750 juta atau 37,5%.
Arcandra mengatakan, masih rendahnya capaian investasi disebabkan karena rendahnya energi global. Sebab itu, pihaknya melakukan sejumlah langkah untuk menggenjot investasi. Pertama, pemerintah menghapus regulasi dan perizinan yang menghambat investasi.