McDonalds Habiskan Rp88 Triliun untuk Proyek Renovasi dan Inovasi

Koran SINDO, Jurnalis
Selasa 21 Agustus 2018 10:26 WIB
Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
Share :

“Ini dapat memerlukan waktu lama untuk mengubah persepsi seperti pengalaman di Chicago misalnya. Pekan lalu Mc Donald’s membuka outlet baru futuristik di Near North Side yang beberapa orang menampilkan penampilannya dengan Apple Store,” papar Maynard. Restoran di Chicago itu memiliki panel surya yang membantu menyediakan listrik, semua menggunakan teknologi baru dan layar sentuh. Tempat yang dirombak itu menggantikan yang sebelumnya dikenal sebagai Rock ‘n’ Roll Mc Donald’s yang memiliki memorabilia musik dan tema retro. McDonald’s memang telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk merombak citra mereka.

Dengan meningkatnya kesadaran tentang dampak makanan cepat saji, banyak perusahaan berupaya memikirkan kembali strategi branding mereka. McDonald’s telah menambahkan makanan sehat dalam sajian menunya. Mereka juga terus berupaya mengubah citranya secara global. Raksasa jaringan makanan cepat saji itu pun membangun visi masa depan dengan restoran baru di Chicago yang futuristik. Di restoran tersebut, para konsumen dapat langsung menggunakan sejumlah kios untuk memesan menu, layanan meja, pesanan mobile dan pembayaran, pengiriman serta tempat mengisi baterai smartphone. McDonald’s juga membangun taman indoor dan lebih dari 70 pohon di lantai bawah.

Restoran baru itu didesain oleh perusahaan Ross Barney Architects yang berbasis di Chicago. Dengan konsep baru yang telah beroperasi di Chicago itu, Mc Donald’s jelas akan membawa tren futuristik pada jaringan makanan cepat sajinya. Saat Ray Kroc menjadi agen franchise untuk Richard dan Maurice McDonald pada 1955, belum terbayang oleh siapa pun bahwa perusahaan itu akan menjadi raksasa restoran burger dengan lebih dari 35.000 toko di 119 negara berbeda. Kini perusahaan itu menciptakan salah satu model bisnis paling mengesankan untuk diikuti. McDonald’s pun terus berupaya mempertahankan dominasi globalnya dengan berbagai strategi.

Perusahaan itu tetap menjaga konsistensi. “Tidak masalah di mana Anda berada di dunia, Anda dapat memastikan bahwa saat Anda masuk ke Mc Donald’s, Anda memiliki pengalaman serupa dalam hal menu, bungkus makanan, dan desain bangunan,” ungkap John Rampton pada Entrepreneur.com. Pada 1961 Ray Kroc meluncurkan Hamburger University sebagai sekolah pelatihan yang menekankan konsistensi restoran dalam melaksanakan prosedur, layanan, kualitas, dan kebersihan. Saat ini berbagai franchise menghadiri program itu untuk belajar dan menerapkan visi Ray Kroc.

(Syarifuddin)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya