JAKARTA - Pada zaman sekarang ini, kebanyakan orangtua bekerja di luar rumah. Setiap hari mereka bekerja dari pagi hingga malam. Itulah rutinitas yang dilakoni oleh orangtua demi mempertahankan hidup untuk keluarga dan tentu saja untuk anak-anaknya.
Rutinitas ini tentu saja berarti anak-anak akan ditinggalkan dan mereka tidak mempunyai pengasuh untuk anak-anaknya. Dengan demikian, mereka pun menyewa pembantu (babysitter) agar anak-anak tetap ada yang mengurus dengan baik. Demi kesejahteraan anak-anaknya, orang tua tak segan-segan mengeluarkan biaya besar.
Peluang inilah yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha penyalur babysitter. Usaha ini bergerak dalam pembinaan babysitter yang sebelumnya para calon babysitter itu dididik sebelum terjun ke lapangan untuk bekerja sebagai babysitter. Secara kualitas, pasti akan lebih baik babysitter yang dibina terlebih dahulu daripada babysitter yang langsung bekerja tanpa ada pembekalan ilmu.
Berikut cara memulai bisnis Penyalur Baby Sitter seperti dilansir buku 10 Bisnis Paling Prospektif 2010-2020 karya Raihana Salsabila:
Persiapan Menjalankan Bisnis
1. Menguasai pengetahuan dan keterampilan tentang kerumahtanggan, misalnya memasak, merapikan ruangan, kebersihan ruangan, dan sebagainya
2. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, misalnya ruangan tempat pendidikan, modul, dan materi ajar selama kurun waktu tertentu, dan sebagainya
3. Mempersiapkan link untuk mendapatkan calon babysitter dan link tempat menyalurkan babysitter
4. Miliki izin usaha untuk bisnis ini. Memiliki izin usaha sangat penting agar usaha dapat berjalan lancar tanpa ada kendala atas operasional usaha secara hukum.
C. Tips Menjalankan Bisnis
1. Bekerja sama dengan banyak orang untuk merekrut tenaga calon babysitter. Anda dapat bekerja sama dengan rekan-rekan Anda di daerah untuk merekrut calon peserta pembinaan babysitter. Cara yang lain dan kreatif adalah Anda bekerja sama dengan ketua RT/RW setempat untuk menyebarkan informasi ini. Pada umumnya, ketua RT mengetahui dengan baik bagaimana kondisi warganya. Siapa saja yang belum mendapatkan pekerjaan, siapa saja membutuhkan pekerjaan, siapa saja yang menganggur dan benar-benar membutuhkan pekerjaan (mendesak).
2. Berikan pelayanan yang baik kepada peserta, terutama bekali mereka dengan keterampilan cukup dan memadai. Bukan hanya keterampilan saja, tetapi pendidikan moral dan psikologis kepada calon babysitter. Kelak mereka akan berhadapan dengan majikan dan mereka harus mempunyai sopan santun ketika mengasuh anak-anaknya dengan kesabaran yang tinggi dalam merawat mereka.
3. Jalin kerja sama dengan para orangtua yang membutuhkan babysitter, misalnya dengan menyebarkan brosur-brosur ke perumahan terutama perumahan mewah yang mempunyai orang tua yang lumayan sibuk. Jalin kerja sama juga dengan ketua RT di lingkungan perumahan yang menjadi sasaran penyebaran informasi.
(Dani Jumadil Akhir)