Banyak Bangku Kosong Kala Sri Mulyani Rapat RAPBN 2019 dengan Komisi XI

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Senin 10 September 2018 11:39 WIB
Foto: Pemerintah Raker dengan Komisi XI (Yohana/Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Brodjonegoro, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng dengan dihadiri sebanyak 13 anggota DPR dari 8 fraksi Rapat dimulai pada pukul 11.10 WIB di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Dalam kesempatan tersebut diagendakan rapat kerja untuk pengambilan keputusan asumsi dasar ekonomi makro Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2019.

"Kami persilahkan untuk pihak pemerintah berikan penjelasan terkait Rancangan APBN 2019 dan nota keuangan yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2018 lalu," ujar Mekeng saat membuka rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/9/2018).

 

Untuk diketahui, Presiden Jokowi telah menjabarkan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun 2019 pada 16 Agustus 2018 lalu. Di mana pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,3%, serta inflasi pada target 3,5% plus/minus 1%.

Sementara nilai tukar Rupiah diasumsikan Rp14.400 per dolar AS, suku bunga SPN 3 bulan rata-rata 5,3%, dan harga minyak mentah Indonesia diasumsikan USD70 per barel.

 

Adapun lifting minyak bumi ditargetkan sebanyak 750 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebanyak 1.250 ribu mmcfd.

Untuk belanja negara ditargetkan sebesar Rp 2.439,7 triliun. Sedangkan pendapatan negara dan hibah Rp2.142,5 triliun, penerimaan perpajakan Rp1.781 triliun, serta defisit APBN 1,84%.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya