Sri Mulyani Dihujani Kritik, Asumsi Makro 2019 Banyak Tak Capai Target

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 20 2264003 sri-mulyani-dihujani-kritik-asumsi-makro-2019-banyak-tak-capai-target-B0TRTpEWFK.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyampaikan pandangan atas Rancangan Undang-undang (RUU) Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2019 yang telah disampaikan pemerintah. Beberapa fraksi menyoroti realisasi asumsi makro tahun 2019 yang meleset dari target.

Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan menerangkan, dalam penyusunan APBN tahun 2019 dimulai dari pembicaraan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal. Namun realisasinya, dari 7 indikator asumsi hanya 2 yang tercapai target yang ditetapkan.

Baca Juga: PUPR Dapat Anggaran Terbesar Rp149 Triliun, Dihabiskan untuk Apa?

"Dari 7 indikator asumsi dasar ekonomi makro hanya ada dua indikator yang mencapai target yang ditetapkan yaitu inflasi dan nilai tukar," katanya di Kompleks DPR/MPR Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Dia menyebut, inflasi 2,72% atau di bawah target 3,5%. Kemudian, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah realisasinya Rp14.146. Sedangkan, 5 indikator lainnya meleset dari target. Sebutnya, realisasi pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,02% atau di bawah target 5,3%.

"Pemerintah relatif cenderung menyalahkan gejolak eksternal dan ekonomi global padahal porsi ekternal dan global dalam struktur PDB tidaklah signifikan," ujarnya.

Baca Juga: Kalahkan Prabowo, Anggaran Kementerian Pak Bas Juara di Tahun Depan

Senada, Anggota DPR Fraksi Demokrat Vera Febyanthy juga menyoroti sejumlah indikator yang meleset dari target. Sebutnya, pertumbuhan ekonomi tahun 2019 masih di bawah target.

"Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% meleset dari target APBN 2019 sebesar 5,3%, dan melambat dibanding tahun 2018 5,17%," ujarnya.

Dia pun mencermati dalam 5 tahun ini pertumbuhan ekonomi tidak pernah mencapai target.

"Fraksi Demokrat mencermati dalam 5 tahun terakhir belum pernah mencapai target pertumbuhan ekonomi sebagai diamanahkan dalam UU APBN," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini