nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih Besar dari Target, Defisit APBN Capai Rp353 Triliun di 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 11:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 07 320 2150134 lebih-besar-dari-target-defisit-apbn-capai-rp353-triliun-di-2019-jGUmZWQhTm.jpg Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2019 sebesar Rp353 triliun. Angka itu setara dengan 2,20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Realisasi ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 yang tercatat defisit sebesar Rp279,7 triliun atau 1,89% terhadap PDB.

 Baca juga: Serapan Belanja Negara Rp2.067 Triliun, Wamenkeu: Paling Tinggi 5 Tahun Terakhir

"Realisasi ini memang lebih besar dari target awal yang defisit Rp296 triliun, naik dari target 1,84% terhadap PDB jadi 2,2% terhadap PDB," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

 Sri Mulyani

Menurutnya, defisit APBN hingga akhir 2019 tersebut didorong realisasi pertumbuhan penerimaan yang lebih rendah dari realisasi pertumbuhan belanja negara. Sri Mulyani bilang, kondisi ini terjadi karena adanya tekanan pada penerimaan negara imbas dari pelemahan ekonomi global.

 Baca juga: Defisit APBN Melebar, Capai Rp368,9 Triliun di November 2019

Penerimaan negara tercatat sebesar Rp1.957,2 triliun atau 90,4% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun. Angka ini hanya tumbuh 0,7% dibandingkan periode akhir 2018 sebesar Rp1.943,7 triliun.

Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp2.310,2 triliun atau sudah 93,9% dari pagu APBN 2019 yang sebesar Rp2.461,1 triliun. Realisasi ini tumbuh sebesar 4,4% dibandingkan realisasi APBN pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp2.213,1 triliun.

Dengan demikian, untuk realisasi pembiayaan anggaran sepanjang 2019 tercatat sebesar Rp399,5 triliun atau mencapai 134,9% dari pagu APBN 2019 yang sebesar Rp296 triliun. Pembiayaan ini lebih tinggi 30,7% dari tahun 2018 sebesar Rp305,7 triliun.

"Pembiayaan kita pada tahun 2019 pun tercatat realisasinya mengalami kenaikan hingga 30%," katanya.

Adapun keseimbangan primer hingga akhir 2019 pun tercatat defisit sebesar Rp77,5 triliun, naik dari realisasi periode sama di tahun sebelumnya yang mengalami defisit sebesar Rp11,5 triliun.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini