Buwas: RI Negara Agraris, Miris Pangan Harus Impor

Taufik Fajar, Jurnalis
Senin 24 September 2018 11:48 WIB
Foto: Diskusi Pangan di Tahun Politik (Taufik/Okezone)
Share :

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia duduk bareng dengan Dirut Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso membahas ketahanan pangan di tahun politik 2019.

Ketua Kadin Indonesia Rosan Roeslani, mengatakan, ketahanan pangan ini semua pihak harus bisa menuntaskan dan mendorong. Apalagi janji Presiden Joko Widodo (Jokowi), Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

"Jadi yang paling penting saat ini, yakni meningkatkan kesejahteraan para petani itu penting. Karena hal itu bisa terwujud dengan kerjasaama semua pihak, pengusaha dan pengambil kebijakan," kata Roesan dalam acara Roundtable Ketahanan Pangan di Tahun Politik 2019 di Menara Kadin, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Senin (24/9/2018).

 

Sementara itu, Dirut Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya ini menyerap dan menyediakan stok dan kestabilan harga. Di mana Bulog bertugas bagaimana ketahannan pangan negara Indonesia yang sebenarnya.

"Saya amati, semua pihak yang menjaga ketahanan pangan ini belum bekerja bersinergi, miris lah negara kita agraris besar masak nuntut pangan impor, itu miris," jelasnya.

 

Dia menjelaskan, dirinya sangat miris apabila ada seseorang yang bangga makan-makanan produk luar negeri atau impor.

"Saya sebagai orang kampung miris apalagi kalau saya jadi petani, seolah-olah kita tidak berpihak ke petani dan ini belum tentu benar. Bagaimana kita berpikir sinergi membangun ketahanan pangan," pungkasnya.

 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya