Lippo Karawaci "Terhimpit" Meikarta dan Rupiah, Juga Kena Peringatan BEI

Widi Agustian, Jurnalis
Rabu 10 Oktober 2018 16:55 WIB
(Ilustrasi: Okezone)
Share :

Riset DBS Group menyebutkan, kinerja Lippo Karawaci bakal terus tertekan, terutama oleh proyek Meikarta ini.

Baca juga: Begini Perkembangan Terkini Perizinan Proyek Meikarta, Sedang Proses Pengajuan Amdal

Selain dari sisi bisnis properti yang tertekan, kinerja LPKR juga bakal tertekan dari bisnis rumah sakit yang dgelutinya melalui PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). Pasalnya, marjin yang rendah akibat tingginya eksposur bisnis rumah sakit perseroan terhadap BPJS Kesehatan.

 

Kinerja keuangan Lippo juga mendapat tekanan yang besar dari sisi pelemahan Rupiah. Di mana lebih dari 90% utang grup ini yang bernilai USD1 miliar adalah dalam mata uang dolar AS.

Hal ini yang membuat Lippo Karawaci kembali diturunkan peringkatkanya oleh Moodys pada bulan lalu, dari B2 menjadi B3 dengan outlook negatif.

"Downgrade ini merefleksikan Lippo Karawaci yang akan mengalami kesulitan cash flow hingga 12-18 bulan ke depan. Dan untuk obligasinya, perusahaan bisa melakukan penjualan aset," kata Vice president dan senior analys Moodys Jacintha Poh.

 Baca juga: Soal Meikarta, Kemendagri Harus Jadi Pengarah Utama untuk Cari Solusi

Dia pun mengingatkan, Lippo tengah menghadapi risiko gagal bayar akibat tidak ada likuditas terhadap utangnya yang akan jatuh tempo pada 2018 dan 2019.

 

Pada September 2018, LPKR telah melakukan transaksi ekuitas di Singapura senilai 202 juta dolar Singapura.

"Kami dengan senang mengumumkan rencana divestasi aset ini dilaksanakan pada saat yang tepat, sehingga likuiditas LPKR meningkat secara subtansial. Dana senilai 202 juta dolar Singapura akan memperkuat neraca serta meningkatkan arus kas LPKR," jelas Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya dalam keterangannya, Selasa 18 September 2018.

(Widi Agustian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya