Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan menuturkan, saat ini sarana dan prasarana pendukung skybridge sudah hampir 100%.
Sarana prasarana seperti toilet, musala, dan sebagainya rampung dan bisa digunakan, tapi jika perlu ditambah pihaknya siap menyelesaikan. ”Toilet ada empat, musala juga ada. Kalau memang dirasa perlu diperluas, masih ada space,” katanya.
Menurut pelaksana tugas (Plt) Asisten Perekonomian Sekretariat Daerah DKI Jakarta Sri Haryati, tujuan pembangunan skybridge guna menertibkan penumpang kereta dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut.
Artinya, bila tidak terhubung dengan stasiun, jembatan penyeberangan multiguna yang menampung 446 PKL itu tidak berfungsi. Beberapa permintaan PT KAI sebagai syarat untuk menghubungkan skybridge dengan stasiun sudah dilakukan, yaitu penyediaan toilet, musala, hingga penggeseran dua kios agar tidak mengganggu pintu atau gate stasiun.