BI Targetkan Market Share Keuangan Syariah Mencapai 20%

Koran SINDO, Jurnalis
Rabu 12 Desember 2018 10:45 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

Ketiga, pengembangan holding pesantren dan penyusunan standardisasi laporan keuangan untuk pesantren dengan nama SANTRI (Sistem Akuntansi Pesantren Indonesia) yang dapat di gunakan oleh setiap unit usaha pesantren. Pesantren di Indonesia merupakan sebuah keunikan dan keunggulan dibandingkan negara lain dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pesantren di Indonesia tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, namun juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam mencapai kemandirian ekonomi.

Baca Juga: Ini Penyebab Ekonomi Syariah RI Tak Berkembang

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menambahkan, program kemandirian pesantren yang ditempuh didasari oleh kekuatan pesantren sebagai basis arus ekonomi Indonesia, yaitu SDM pesantren, daya juang pesantren yang tinggi, dan konsep pemberdayaan ekonomi pesantren.

“Dengan kekuatan tersebut, kunci kemandirian pesantren adalah pada pendirian unit usaha dan komunikasi bisnis antar pesantren,” kata Dody. Selain itu, pesantren juga sudah memiliki akar kemandirian ekonomi yang kuat dan mampu menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi. Maka itu, sambung dia, manfaat ekonomi pesantren akan lebih optimal jika kemampuan wiraswasta para santri terus ditingkatkan. “Pesantren itu daya juangnya tidak bisa dipertanyakan dan kemampuan bersiang sudah teruji. Tinggal kemam puan kewirausahaan dan harus ditingkatkan,” ungkap dia.

Dengan demikian, melalui program pengembangan kemandirian pesantren diharapkan dapat mendorong pesantren sebagai penggerak utama dalam ekosistem halal value chain.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya