Awalnya Dewi pun tak ingin mempermasalahkan kejadian tersebut karena dirinya menghargai pihak Garuda Indonesia yang meminta agar tidak membagikan video mengenai kejadian tersebut.
“Jadi video yang beredar itu bukan dari kami, tapi dari penumpang lain yang ikut mengvideokan kejadian tersebut, sayangnya dia tidak video dari awal kejadiannya seperti apa,” pungkasnya.
Dewi pun mengunggah video detik-detik pelemparan selimut serta foto bukti merah ditelinganya lantaran dilempar dengan selimut. Foto keponakannya pun diunggah dengan mengungkapkan keadaan keponakannya tersebut yang trauma setelah kejadian. Keponakannya mengungkapkan, jika dirinya tak menginjak sepatu, melainkan hanya menyenggol sedikit.
Dewi pun telah membukakan pintu maaf kepada wanita berbaju biru tersebut. Dia pun mengatakan, dirinya bukanlah ibu dari anak yang menyenggol sepatu wanita tersebut.
Baca Juga: Cara Garuda Indonesia Raup Laba Bersih Rp1 Triliun di 2019
“Saya mendengar dan pastikan bapak dari anak itu sudah meminta maaf saat pindah,” ungkap Dewi.
Dewi menyayangkan cerita yang beredar telah membangun opini publik ke arah yang salah. “Bukan, ini bukan tentang orang tua yang tidak bisa mendidik anaknya meminta maaf atau malah seakan orang tua yang menjawab dengan ketus setelah anaknya menyenggol sepatu orang,” jelasnya.
Dewi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sikap Captain pesawat yang mengambil tindakan tegas untuk menurunkan penumpang tersebut serta para penumpang lain yang sudah berinisiatif berkumpul untuk berbagi video kejadian tersebut.
Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberikan klarifikasi tentang beredarnya vidio keributan yang terjadi di dalam pesawat Garuda Rute Hong Kong-Jakarta. VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan kronologis keributan tersebut. Bermula saat proses boarding penerbangan GA 863 rute Hong Kong-Jakarta, penumpang yang duduk di kursi 40 K menimbulkan keributan karena kakinya terinjak oleh anak kecil.
“Ketiga petugas cabin crew berusaha menenangkan, diketahui ternyata penumpang tersebut sedang dalam keadaan mabuk serta tercium bau alkhohol pada saat penumpang berbicara,” kata dia kepada Okezone.
Dia melanjutkan, atas dasar pertimbangan tersebut, untuk alasan keamanan dan kenyamanan penumpang lain maka Pilot in Command memutuskan untuk menurunkan penumpang tersebut dari pesawat.
Menurutnya, Penumpang sempat melakukan perlawanan sehingga mengharuskan Pilot in Command melakukan tindakan tegas. Dia meyakini apa yang dilakukan oleh awak pesawat telah sesuai dengan prosedur dan tindakan awak pesawat untuk menurunkan/offload penumpang tersebut semata mata untuk menjaga agar aspek safety dan kenyamanan penumpang selama penerbangan dapat terjaga.
“Awak pesawat juga telah melakukan koordinasi dengan petugas keamanan di bandara Hongkong atas kejadian tersebut,” tukas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)