Namun, Chang mengajarinya tentang satu hal, yakni yidefuren yang berarti kamu ingin orang untuk mengikuti kamu, bukan karena otoritasmu, bukan karena kekuasaanmu, atau kegalakanmu. “Mereka patuh kepada kamu karena integritas, kualitas, sehingga orang menghargai kamu dan mendengarkanmu,” ujarnya.
Menurut Teo, prinsip yidefuren memang terkesan sangat sulit dilaksanakan, tetapi hal itu harus dipelajari secara perlahan-lahan. Prinsip itu dibuktikan pada 2009 saat Teo menjadi direktur operasional saat mengatur salah satu kapalnya yang dibajak oleh perompak di Afrika Timur. Dia membutuhkan 75 hari untuk menangani pembajakan tersebut.
“Dalam segala bisnis, khususnya perkapalan, banyak hal yang tidak diketahui,” kata Teo. “Bisa jadi isu politik, bisa jadi teknik, bisa jadi kecelakaan. Itu pasti akan mengganggu temperamen sehingga harus tetap tenang. Saya selalu belajar dari ayah dan saya masih belajar darinya,” paparnya.
Bagi Chang, kesuksesan seorang pengusaha adalah faktor mental yang harus dikelola sehingga membuat bahagia untuk jangka waktu yang lama. “Saya tidak pernah marah,” ujarnya. “Jika kamu marah, kamu kehilangan kontrol dirimu sendiri,” nasihatnya.
(Feby Novalius)