Sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia itu, harga komoditas global diprakirakan menurun, termasuk harga minyak dunia akibat peningkatan pasokan dari AS.
Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan sedikit mereda dan mendorong aliran modal ke negara berkembang sejalan dengan lebih rendahnya prakiraan kecepatan kenaikan FFR dan berkurangnya eskalasi ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok.
“BI juga melihat perekonomian nasional akan tetap tumbuh secara baik. Melihat tingginya angka konsumsi rumah tangga, akan kembali memperkuat pertumbuhan ekonomi, yang diprediksi mencapai 3-3,4%,” katanya.
Kemudian, BI juga akan kembali meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas dan implementasi reformasi struktural untuk menurunkan defisit transaksi berjalan 2019 ke kisaran 2,5% Produk Domestik Bruto (PDB).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)