Dia menuturkan, pada awalnya maskapai nasional berdalih kenaikan harga ini terjadi hanya karena permintaan yang tinggi saat libur Natal dan Tahun Baru 2019. Maskapai mengaku akan menurunkan harga tiket usai peak season tersebut.
Setelah menuai polemik, akhirnya Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Ari Akshara membeberkan kondisi dunia penerbangan Indonesia saat ini. Menurut dia, bisnis maskapai nasional dalam kondisi yang sulit. Mereka terpaksa menaikan harga tiket untuk menutupi biaya operasional yang kian melonjak.
Ari mengatakan, harga bahan bakar yang terus naik menjadi faktor utama para maskapai menaikan harga tiket. Kenaikan harga avtur itu tak dibarengi dengan kenaikan tarif batas atas yang telah ditentukan pemerintah sejak 2016 lalu. "Komposisinya itu untuk fuel itu 40-45% di biaya operasional kita," ujarnya.
Selain harga avtur, biaya leasing pesawat juga jadi penyumbang terbesar dalam dunia bisnis penerbangan. Untuk biaya leasing pesawat memiliki komposisi 20% dari keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan maskapai. Lalu, biaya maintenance pesawat dan gaji pegawai jadi biaya lain yang juga harus dibayarkan oleh penggelut bisnis penerbangan.