JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menuding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengalami kebangkrutan dan kehancuran secara perlahan. Bahkan Dia mengajak rakyat untuk mengonfirmasi langsung pernyataannya ke pilot-pilot maskapai Garuda Indonesia dan juga pegawai Pertamina serta Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Baca Juga: Disebut Bangkrut, Garuda Incar Laba Rp1 Triliun pada 2019
Kementerian BUMN pun merespon pernyataan tersebut. Lewat laman instagramnya, kementerian di bawah kepemimpinan Menteri Rini Soemarno ini menjelaskan hasil kerja yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai berikut,
Laba PLN sebelum selisih kurs triwulan III-2018 sebesar Rp9,6 triliun atau meningkat 13,3% dibandingkan tahun lalu Rp8,5 triliun. Ditopang kenaikan penjualan dan efisien serta kebijakan pemerintah (Domestik Market Obligation) DMO harga batu bara.
Baca Juga: Disebut Bangkrut, Krakatau Steel Justru Ekspansi Bisnis
Pada priode Januari 2015-September 2018, PLN investasi dalam program 35 GW sebesar Rp248 triliun, peningkatan pinjaman pada periode yang sama Rp148 triliun atau 60% dari total investasi. Kekuatan dana internal PLN masih sangat memadai, sekitar 40% atau Rp100 triliun dari seluruh kebutuhan investasi.
(Feby Novalius)