Atasi Kemacetan, Bogor Bangun Terminal Batas Kota

Koran SINDO, Jurnalis
Senin 04 Februari 2019 11:54 WIB
Foto: Okezone
Share :

BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sepakat membangun terminal batas kota. Tujuannya mengatasi permasalahan transportasi dan kemacetan yang terjadi di antardua daerah tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, rencana pembangunan batas kota yang sejak lama dicanangkan ini segera terwujud dan masing-masing dinas terkait menindaklanjutinya dalam bentuk perjanjian kerja sama dua daerah.

“Jadi, terminal batas kota yang kita sepakati tadi, konsepnya sudah disepakati, kemudian nanti tinggal dibentuk tim dari masing-masing dinas untuk mencari lokasi yang tepat di mana. Kemudian perencanaan dan penganggaran sambil membuka ruang untuk meminta dukungan dari Pemprov DKI Jakarta dan kementerian,” ujar Bima seusai rapat koordinasi antara kedua pimpinan daerah beserta jajarannya di Kompleks Pemkab Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor.

 Baca Juga: Terminal Jatijajar Beroperasi 2019

Bima menyebut, lokasi terminal itu sebetulnya bisa dibangun di mana saja, baik wilayah di Kabupaten Bogor atau Kota Bogor, tergantung mana lebih strategis.

Lokasi paling mendesak dan cocok saat ini untuk dibangun terminal tersebut, kata dia, ada di dua wilayah, yakni Bogor Barat dan Bogor Timur.

“Misalnya, daerah Ciawi itu sangat perlu untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat Bogor Timur dan Selatan. Kemudian di daerah barat, tepatnya di Sindangbarang atau Dramaga itu perlu saya kira, yang urgen saya kira di dua titik itu. Target mudah-mudahan bisa dianggarkan 2020,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan kesepakatan kerja sama antar kedua daerah terdekat ini sangat penting. Sebab menurutnya, selama ini masyarakat Indonesia tahu Bogor itu hanya satu wilayah. Padahal kenyataannya Bogor itu terbagi dalam dua wilayah administrasi, yakni kota dan kabupaten.

“Maka dari itu, perlu adanya sinkronisasi dalam membuat kebijakan di dua daerah. Saya berharap rapat koordinasi ini menghasilkan sesuatu bermanfaat bagi kedua pemerintah daerah,” katanya.

 Baca Juga: Terminal Pondok Cabe Resmi Beroperasi, Intip Fasilitasnya

Tak hanya sebatas transportasi, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor ini saling terkait, misalnya mengenai pendidikan, itu bisa dikerjasamakan dalam pembagian porsi.

“Ada porsi 10% sistem zonasi siswa Kabupaten Bogor bisa bersekolah di wilayah Kota Bogor dalam Peserta Penerimaan Didik Baru (PPDB). Yang jelas, Kota dan Kabupaten Bogor itu tidak bisa dipisahkan. Begitupula arus lalu lintas warga maupun transportasi dari dan ke kabupaten saling berkepentingan dan saling bergantung,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor Eni Indarti mendukung upaya Pemkot Bogor dan Pemkab Bogor merealisasikan pembangunan terminal perbatasan di masing-masing wilayah sebagai upaya mengatasi permasalahan transportasi ini.

“Sebab rencana pembangunan ini sebetulnya sudah beberapa kali terucap dari dua kepala daerah dalam setiap pertemuan, tapi tak kunjung terwujud. Syukur kalau memang dalam waktu dekat bakal direalisasikan,” ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya