Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait utangpemerintah yang disebut meningkat hingga 69% dalam periode 4 tahun. Kritik tersebut membuatnya disebut sebagai Menteri Pencetak Utang oleh Calon Presiden Nomor urut 02 Prabowo Subianto.
Baca Juga: Sri Mulyani: Jangan Kira Kita Cuma Utang, Utang dan Utang!
Menurut Sri Mulyani, kritikan yang ditujukan kepada pemerintah tentang utang hanya melihat dari nominalnya saja. Bahkan beberapa orang yang mengkritik tidak mengetahui peruntukan utang tersebut untuk apa.
"Jadi saya hanya ingin menyampaikan, yang disampaikan bukan sesuatu hal yang baru. Adalah sesuatu yang logis. Namun sebaiknya dilihatnya dalam konteks yang lebih besar," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
(Feby Novalius)