Airbus Akan Hentikan Produksi A380 Gara-Gara Pesanan Menurun

Koran SINDO, Jurnalis
Jum'at 15 Februari 2019 10:48 WIB
Pesawat Airbus (Foto: Sky.com)
Share :

Simbol Kekuatan Ekonomi yang Runtuh

A380 dicintai oleh para penumpang pesawat, tetapi ditakuti oleh para akuntan. Itu menunjukkan pesawat itu disukai dari segi performa, tetapi tidak ada urusan keuangan yang dikenal boros dan tidak efisien. Kini banyak maskapai memilih terbang dengan pesawat bermesin ganda, dibandingkan bermesin empat seperti A380.

Namun, penggemar A380, terutama pelanggan Emirates menyatakan pesawat dengan kursi 544 bisa menghasilkan uang ketika semua kursinya penuh. Jika ada kursi pesawat yang tidak terjual, keuangan maskapai menjadi berlubang. Itu disebabkan bahan bakar yang digunakan A380 sangatlah boros.

Struktur pesawat berlantai dua juga dinilai terlalu besar. “Itu (A380) merupakan pesawat yang ditakutkan Chief Finance of Officer (CFO), karena berisiko menjual terlalu banyak kursi dengan harga mahal,” ujar sumber di industri penerbangan yang akrab dengan program tersebut.

Baca Juga: Dibanderol Rp6,5 Triliun, Airbus A380 Jadi Pesawat Termahal dan Terbesar di Dunia

Selain euro yang mampu menyolidkan Eropa, A380 juga menjadi simbol persatuan antara Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol yang memproduksinya. “A380 merupakan simbol kekuatan ekonomi,” kata mantan perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair.

Sementara itu, mantan PM Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero menyebut A380 sebagai realisasi mimpi. Banyak maskapai yang awalnya langsung memesan A380 dengan harapan biaya operasional rendah dan meningkatkan keuntungan.

Namun, penurunan industri pariwisata sejak September 2001 menjadikan A380 tidak lagi memiliki daya tawar. Airbus menjual A380 dengan harga USD446 juta. Keguguran A380 ternyata sangat berbeda dengan acara peluncurannya pada 2005 yang berlangsung meriah dan dipenuhi optimisme.

Di tengah publik berbicara mengenai persatuan, tugas utama Prancis dan Jerman adalah melemahnya industri penerbangan. Ditambah dengan penundaan realisasi pengiriman pesawat kepada maskapai pada 2007 dan krisis keuangan global yang mengganggu. Penjualan A380 pun melambat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya