Sebagai salah satu contohnya adalah untuk mengembangkan sektor industri di luar Jawa. Nantinya setengah hasil dari pengelolaan industri itu bisa digunakan untuk membayar utang, dan sisanya bisa di gunakan sebagai pendapatan negara.
Sementara untuk pembangunan infrastruktur sendiri bisa mendorong sektor logistik. Dengan adanya pembangunan infrasturuktur seperti jalan tol hingga tol laut maka cost logistik semakin murah dan bisa mendorong indsutri lebih baik lagi.
"Tapi kalau untuk produktif misalnya harus misalkan untuk mengembangkan industri di Luar Jawa itu bisa dibayar dari hasil peternakan di luar Jawa. Misal orang untuk industri pengalengan ikan itu nanti bisa dibayar dari hasil perikanan. Kalau hanya untuk impor pangan hanya itu hanya untuk konsumsi gaada untung itu," jelasnya
Darmaningtyas mengibaratkan utang untuk pembangunan infrastruktur seperti membeli mobil secara kredit. Jika hanya mengandalkan gaji pas-pasan tanpa dipakai untuk usaha maka akan memberatkan. Sedangkan jika mobil tersebut dipakai untuk usaha seperti buka usaha rental atau driver online maka akan terasa ringan.
"Sama lah kita untuk utang beli mobil kalau ga ada gaji lebih akan jadi beban. Tapi kalau dipakai usaha misalnya dipakai untuk driver online itu akan ringa," pungkasnya.
(Rani Hardjanti)