JAKARTA- Pemerintah sedang berupaya menyesuaikan harga avtur di Indonesia, setelah beberapa kalangan mengeluhkan mahalnya harga bahan bakar pesawat tersebut. Mahalnya harga avtur menjadikan penyebab naiknya harga tiket pesawat.
Berikut fakta-fakta yang telah dirangkum Okezone mengenai harga avtur, Senin (18/2/2019)
1. Presiden Terkejut Harga Tiket Pesawat Melonjak
Dia mengaku kaget mengetahui harga tiket maskapai penerbangan yang mengalami kenaikan signifikan. Mahalnya harga tiket itu mendapat keluhan langsung dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani.
"Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang kaget," ujar Jokowi.
2. Penyebab Harga Tiket Pesawat Mahal karena Avtur
Harga tiket pesawat mahal lantaran mahalnya harga avtur dalam negeri yang dimonopoli Pertamina. Bahkan, Presiden Jokowi menyebut harga avtur nasional 30% lebih mahal dari harga Internasional.
Baca Juga: Ditjen Pajak Keberatan Harga Avtur Mahal karena PPN
"Karena monopoli, harga jadi tidak kompetitif, bandingkan harga avtur disitu dengan yang di dekat-dekat lain, terpaut kurang lebih 30-an persen," kata Jokowi.
3. Presiden Jokowi Panggil Dirut PT Pertamina terkait Avtur
Presiden Jokowi segera memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Orang nomor satu Indonesia ini meminta kejelasan soal harga avtur di dalam negeri.
"Besok pagi saya akan undang Dirut Pertamina," ujar Jokowi dalam acara gala dinner PHRI di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (11/2/2019).
4. Presiden Beri Peluang Swasta Jual Avtur
Kepala negara juga mengatakan, Pertamina harus menjadikan perusahaan lain memasok permintaan avtur jika tidak bisa membuat harga sesuai pasar internasional.
"Pilihannya hanya satu, harganya bisa sama dengan harga Internasional tidak? Kalau tidak bisa, saya akan masukkan kompetitor lain. Sehingga terjadi kompetisi," kata dia.
5. Harga Avtur RI Dianggap Wajar Dibanding Negara Tetangga
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menjelaskan, harga avtur di Indonesia masih terbilang murah dibandingkan dengan Singapura.
Sekadar informasi, berdasarkan data WFS Shell dan China National Aviation Fuel (CNAF) dan Blue Sky yang selalu diterbitkan secara periodik, harga avtur Pertamina di Soekarno Hatta USD42,3 sen per liter.
Baca Juga: Masuk Bisnis Avtur, BP-AKR Jadi Kompetitor Pertamina
Harga tersebut lebih murah dibandingkan dengan beberapa harga avtur di bandara internasional lainnya, seperti Changi, Singapura sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia yang mencapai USD56,8 sen per liter, dan bandara di China yang sebesar USD46,13 sen per liter-nya.
Bahkan harga avtur Pertamina ini, perbandingannya dua kali lipat lebih murah dibanding bandara SYD Kingsford di Australia dengan harga USD103,11 sen per liter.
6. Harga Avtur Sudah Turun sejak November 2018
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklaim harga avtur di Indonesia sudah kompetitif dan tidak yang memonopoli harga. Lebih lanjut, diterangkan juga bahwa harga avtur di Indonesia sudah mulai turun seiring dengan harga global yang juga mengalami penyusutan.
"Jadi harga avtur sekarang posisinya terus turun sejak bulan November dan sudah disampaikan oleh Bu Menteri BUMN. Coba tanyakan ke direktur Pertamina, tapi ini sudah kompetitif," ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno di Jakarta, Selasa (12/2/2019)