JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga didukung oleh permintaan domestik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat mencapai 5,18% (yoy) pada triwulan IV-2018, meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,17% (yoy).
“Pertumbuhan ekonomi terutama didukung permintaan domestik sejalan dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga dan konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT),” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, di Kantor BI, Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Baca Juga: Bappenas: Indonesia Sulit Capai Pertumbuhan Tinggi Tanpa Industrialisasi
Perry mengatakan, investasi juga tetap tinggi dipengaruhi optimisme investor yang tetap terjaga terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Sementara itu, ekspor neto tercatat negatif dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global yang melandai dan harga komoditas yang menurun. Secara spasial, peningkatan pertumbuhan ekonomi ditopang Jawa dan Kalimantan sejalan meningkatnya kegiatan di sektor pertanian, jasa-jasa dan pertambangan.