JAKARTA - Pada penghujung tahun 2018, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (Astrindo) berhasil mendapatkan dana USD235 juta dari kreditor asing yang dipimpin oleh Barossa Assets Ltd. dan Goldman Sachs Asia Strategic Pte. Ltd. untuk membiayai kembali fasilitas pinjaman Credit Suisse di Nixon Investments Pte Ltd (Nixon).
Keberhasilan pendanaan ini menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang tinggi terhadap kinerja keuangan dan arus kas perusahaan yang berasal dari penyediaan logistik transportasi batubara yang paling konsisten di industri infrastruktur energi terintegrasi. Dana tersebut dimanfaatkan untuk melunasi seluruh pinjaman anak perusahaan, Nixon Investments Pte Ltd. yang pada awalnya diperoleh dari Credit Suisse AG Singapura pada tahun 2012 dan telah direstrukturisasi pada tahun 2014.
Baca Juga: Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%, IHSG Tembus 6.900
Meskipun dilakukan restrukturisasi, pada dasarnya Perusahaan berada pada posisi current dalam pembayaran keseluruhan di sepanjang tahun 2018, yang mana hal ini memberikan keyakinan kepada para pemberi pinjaman terhadap Astrindo. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari upaya Perusahaan dalam memperbaiki posisi neraca dan meningkatkan likuiditas keuangan Perusahaan menjadi lebih baik lagi.
Menurut Presiden Direktur Astrindo Ray Anthony Gerungan, pembiayaan kembali ini memungkinkan Astrindo untuk sekarang fokus pada peluang pertumbuhan dan membangun arus kas yang sangat kuat.
“Tujuan kami adalah untuk membangun lebih banyak aset dan secara substansial meningkatkan tingkat pendapatan kami, yang selama mengalami pembatasan dikarenakan kondisi dan syarat dari utang kami,” jelasnya, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Baca Juga: BEI Optimistis Target 100 Emiten Baru Tercapai
Direktur Keuangan Astrindo, Michael Wong mengatakan bahwa salah satu fokus perusahaan adalah untuk meningkatkan nilai ekuitas perusahaan melalui pembiayaan kembali hutang perusahaan.
“Dengan pembiayaan kembali ini akan memberikan penghematan sebesar $ 7-10 juta per tahun yang didapatkan murni dari bunga. Keberhasilan refinancing ini adalah bagian dari komitmen Perusahaan untuk terus mengoptimalkan semua potensinya, dan untuk mencapai kinerja yang lebih besar, sejalan dengan upaya Perusahaan untuk fokus pada bisnis infrastruktur energi,” pungkasnya.
(Feby Novalius)