II. Penyakit Berdasarkan Sistem Target Organ
Penyakit Akibat Kerja pada klasifikasi jenis II ini sebagai berikut:
A. Penyakit saluran pernafasan, meliputi:
1. Pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu mineral pembentuk jaringan parut, meliputi silikosis,
antrakosilikosis, dan asbestos
2. Siliko tuberkulosis
3. Pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu mineral nonfibrogenic
4. Siclerosis
5. Penyakit bronkhopulmoner yang disebabkan oleh debu logam keras
6. Penyakit bronkhopulmoner yang disebabkan oleh debu kapas, meliputi bissinosis, vlas, henep, sisal, dan ampas tebu atau bagassosds
7. Asma yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi atau zat iritan yang dikenal yang ada dalam proses pekerjaan
8. Alveolitis alergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik atau aerosol yang terkontaminasi dengan mikroba, yang timbul dari aktivitas pekerjaan
9. Penyakit paru obstruktif kronik yang disebabkan akibat menghirup debu batu bara, debu dari tambang batu, debu ka5ru, debu dari gandum dan pekerjaan perkebunan, debu dari kandang hewan, debu tekstil, dan debu kertas yang muncul akibat aktivitas pekerjaan
10. Penyakit paru yang disebabkan oleh aluminium
11. Kelainan saluran pernafasan atas yang disebabkan oleh sensitisasi atau iritasi ?at yang ada dalam proses pekerjaan
12. Penyakit saluran pernafasan lain yang tidak disebutkan di atas, di mana ada hubungan langsung antara paparan faktor risiko yang muncul akibat aktivitas pekerjaan dengan penyakit yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat
B. Penyakit Kulit, meliputi:
l. Dermatosis kontak alergika dan urtikaria yang disebabkan oleh faktor penyebab alergi lain yang timbul dari aktivitas pekerjaan yang tidak termasuk dalam penyebab lain
2. Dermatosis kontak iritan yang disebabkan oleh zat iritan yang timbul dari aktivitas pekerjaan, tidak termasuk dalam penyebab lain
3. vitiligo yang disebabkan oleh zat penyebab yang diketahui timbul dari aktivitas pekerjaan, tidak temasuk dalam penyebab lain
C. Gangguan Otot dan Kerangka, meliputi:
1. Radial styloid tenosynovitis karena gerak repetitif, penggunaan tenaga yang kuat dan posisi ekstrim pada pergelangan tangan
2. Tenosynouitis kronis pada tangan dan pergelangan tangan karena gerak repetitif, penggunaan tenaga yang kuat dan posisi ekstrim pada pergelangan tangan
3. Olecranon bursitis karena tekanan yang berkepanjangan pada daerah siku
4. Prepatellar bursitis karena posisi berlutut yang berkepanjangan
5. Epicondglitis karena pekerjaan repetitif yang mengerahkan tenaga
6. Meniscus lesions karena periode kerja yang panjang dalam posisi berlutut atau jongkok
7. Catpal htnnel sgndrome karena periode berkepanjangan dengan gerak repetitif yang mengerahkan tenaga, pekerjaan yang melibatkan getaran, posisi ekstrim pada pergelangan tangan, atau tiga kombinasi di atas
8. Penyakit otot dan kerangka lain yang tidak disebutkan di atas, di mana ada hubungan langsung antara paparan faktor yang muncul akibat aktivitas pekerjaan dan penyakit otot dan kerangka yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat