Garuda Indonesia Siap Caplok Saham Mayoritas Sriwijaya Air

Giri Hartomo, Jurnalis
Kamis 28 Februari 2019 19:19 WIB
Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Garuda Indonesia)
Share :

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana mencaplok saham maskapai penerbangan Sriwijaya Air. Rencanannya, perseroan ingin mengambil 51% saham Sriwijaya Air.

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses negosiasi mengenai nilai akusisinya. Garuda dan Sriwijaya Air berkerjasama dalam hal operasional.

"Kita di dalam perjanjiannya memang sudah ada opsi untuk membeli minimum 51%, jadi kita sekarang dalam proses penilaian aset, kemudian kita negosiasi berapa value yang akan disepakati," ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Baca Juga: Harga Tiket Turun 20%, Jumlah Penumpang Garuda Melonjak 27%

Rencanannya lanjut Gusti, akusisi ini akan dilakukan maksimal lima tahun ke depan. Termasuk juga melihat perkembangan bisnis dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air itu sendiri.

Tak hanya itu, perseroan juga memperhitungkan mengenai pengembalian utang dari Sriwijaya Air. Dan juga prospek dari bisnisnya maksapai penerbangan Sriwijaya Air dalam lima tahun ke depan.

"Dalam waktu maksimum 5 tahun kita akan exercise, kita lihat perkembangannya kalau misalnya kondisinya bagus, bagaimana kita bisa meminta Sriwijaya pengembalian utangnya dan prospek ke depannya bagus ya kita akan exercise," jelasnya.

Baca Juga: Menhub: Harga Tiket Garuda Masih Mahal

Mengenai biaya yang harus dikeluarkan, Gusti belum mau menyebutkan secara rinci. Sebab, masih dalam perhitungan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk memberikan penilaian.

Nantinya hasil penilaian tersebut akan menjadi pertimbangan perseroan untuk akusisi. Jika nilainya bagus, maka pihaknya akan segera mempercepat proses akuisisi itu.

"Belum, kita lagi review, kita sedang menunjuk KJPP independen untuk menilai mereka, lagi proses. Kita lihatlah, kalau prospeknya bagus valuenya menarik pasti kita exercise," jelasnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya