JAKARTA - Maskapai Garuda Indonesia mengalami peningkatan keterisian kursi (seat load factor/SLF) pesawat, pasca menurunkan harga tiket sebesar 20% pada seluruh rute penerbangan sejak 14 Februari 2019.
"Dengan adanya penurunan harga 20% memang SLF kita naik, perbandingan dari sebelum turun harga dan sudah turun harga, SLF naik sekitar 27%," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Baca Juga: Garuda Indonesia Siap Caplok Saham Mayoritas Sriwijaya Air
Dia menyatakan, kondisi peningkatan penumpang tersebut memberi dampak baik pada kinerja keuangan maskapai berplat merah ini. Meski demikian, ke depan Garuda Indonesia juga akan terus mendorong efisiensi untuk menekan kerugian perseroan.
"Itu juga pendapatan tambahan buat kita. Serta efisiensi juga terus kita lakukan supaya pendapatan juga tidak terlalu turun," katanya.