Konsumsi dan Investasi Masih Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi 2019

Koran SINDO, Jurnalis
Jum'at 01 Maret 2019 13:53 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga optimistis Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi meski Indonesia masih berada dalam gejolak ketidakpastian global. Untuk konsumsi, BI memperkirakan masih akan tumbuh 5,5%. Sementara investasi diproyeksikan akan tumbuh 6,7%. Adapun tantangan pada 2019 berasal dari defisit neraca transaksi berjalan.

”Perkiraan BI ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2%. Masalahnya dari global masih ada gonjang- ganjing sehingga sulit menggenjot ekspor. Net imporekspor masih negatif,” ujarnya. Perry juga optimistis nilai tukar rupiah akan stabil bahkan cenderung menguat. Hal ini karena pasar valas Indonesia semakin berkembang.

”Ekonomi Indonesia akan lebih kuat tahun ini, tahun depan, dan seterusnya. Perbaikan iklim dan investasi akan mendorong pola ekonomi pada 2020 dan seterusnya,” ujarnya.

Sementara itu, Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas dan likuiditas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga, sejalan dengan penguatan kinerja intermediasi dan perbaikan profil risiko lembaga jasa keuangan pada Januari lalu.

Beberapa sentimen positif mendorong penguatan pasar keuangan global dan aliran modal ke emerging markets , termasuk Indonesia. Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, kebijakan the Fed diperkirakan akan semakin akomodatif, terlihat dari pernyataan-pernyataan pejabat the Fed yang cenderung dovish.

”Hal ini menguatkan ekspektasi pasar bahwa the Fed belum akan meningkatkan suku bunga kebijakannya,” ungkap dia, kemarin.

Selain itu, sentimen positif juga berasal dari turunnya tensi perang dagang seiring berlangsungnya perundingan dagang AS dan China. Sejalan dengan hal itu, masuknya investasi portofolio ke pasar keuangan domestik mendorong surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal terakhir 2018. (Oktiani Endarwati/Kunthi Fahmar Sandy)

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya