NEW YORK - Harga minyak dunia turun sekitar 1% pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah rilis data pertumbuhan pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global dan melemahnya permintaan untuk minyak.
Dengan melonjaknya pasokan minyak AS juga mengganggu pasar, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun USD0,56 atau 0,8%, menjadi menetap di USD65,74 per barel. Patokan internasional Brent naik 1% untuk minggu ini.
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April turun USD0,59 atau 1%, menjadi ditutup di USD56,07 per barel. Namun, WTI masih berakhir 0,5% lebih tinggi untuk minggu ini.
Pertumbuhan pekerjaan AS hampir terhenti pada Februari, dengan menciptakan hanya 20.000 pekerjaan di tengah kontraksi dalam penggajian (pay roll) di sektor konstruksi dan beberapa sektor lainnya. Laporan ini menyeret pasar saham AS turun, bersama dengan minyak berjangka.
Pasar keuangan juga terpukul setelah komentar dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi pada Kamis (7/3/2019) mengatakan bahwa ekonomi Eropa berada dalam "periode pelemahan yang berkelanjutan."
"Jika kita melihat pasar ekuitas terus turun, pada akhirnya akan menyeret harga-harga energi lebih rendah," kata AnalisTeknis di United-ICAP Brian LaRose, seperti dilansir dari Antaranews, Sabtu (9/3/2019).