8. Bank OCBC NISP
Bank OCBC NISP didirikan pada 14 Agustus 1971 dan berkantor pusat di Jakarta,Indonesia. Direktur utamanya adalah Parwati Surjaudaja. Saat ini jumlah karyawan Bank OCBC NISP sebanyak 6.477 orang.
9. Citibank
Citibank didirikan pada tahun 1812 sebagai City Bank of New York, dan kemudian menjadi First National City Bank of New York. Citibank adalah divisi konsumen dari layanan keuangan Citigroup multinasional. Citibank juga menyediakan kartu kredit, hipotek, pinjaman pribadi, pinjaman komersial, dan jalur kredit. Saat ini jumlah karyawan Citibank mencapai 164.337 orang.
10. DBS
Bank DBS didirikan pada tahun 1968 dan berkantor pusat di Singapura. DBS Group Holdings beroperasi sebagai perusahaan holding investasi yang bergerak dalam penyediaan ritel, usaha kecil dan menengah, layanan perbankan korporasi dan investasi.
Resmi Beroperasi Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Gratis Selama Satu Bulan
Presiden Joko Widodo meresmikan ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar pada hari ini. Artinya ruas tol sepanjang 140 kilometer ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan mulai hari ini.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pasca diresmikan ruas tol ini masih akan digratiskan untuk umum. Penggratisan ini akan berlangsung dari 2 Minggu hingga 1 bulan.
"Iya (gratis dulu) 2 Minggu atau 1 bulan mungkin," ujarnya, Jumat (8/3/2019).
Menurut Basuki, penggratisan ini bertujuan agar masyarakat bisa menikmati terlebih dahulu ruas tol yang menjadi bagian dari Trans Sumatera ini. Sehingga ketika sudah merasakan dampaknya, masyarakat bisa tertarik menggunakan jalan tol ini.
"Supaya orang menikmati dulu ruas tol Bakauheni - Terbanggi Besar ini," ucapnya.
Meskipun begitu, pihaknya sudah memiliki formula untuk penetapan tarif ruas tol sepanjang 140 km ini. Jika berdasarkan perhitungannya, tarif ruas tol ini sebesar Rp1000 per kilometer.
"Tarif 1.000/km rule of tumb kita gitu," ucapnya.
Namun tarif tersebut masih bisa berubah lewat skema-skema marketing lainnya seperti diskon ataupun yang lainnya. Hal tersebut tergantung gimana antusiasme masyarakat yang menggunakan ruas tol tersebut.
"Pasti relatif tinggal marketingnya. sekarang misalnya Rp140 ribu yang masuk mobil cm 10, tapi kalau dengan Rp70 ribu yang masuk 20 itu mau yang mana yang dipilih. Itu marketing, karena orang mau menikmati dulu, kalau sudah nikmat naik pun tidak akan terasa," jelasnya.
(Feby Novalius)