Menurut dia, rencana MRT yang hanya membangun park and ride di Stasiun Lebak Bulus dan Fatmawati tidak cukup memaksimalkan penggunaan trans portasi massal berbasis rel tersebut. Adapun tujuan dibangunnya park and ride agar masyarakat mau memarkirkan kendaraan pribadinya kemudian beralih ke moda transportasi massal ter sebut.
Apabila tidak bisa menyediakan itu, MRT berpotensi ditinggalkan. “Seluruh stasiun MRT sangat membutuhkan park and ride, mulai Lebak Bulus sampai Bun daran Hotel Indonesia (HI). Jika tidak bisa mendapatkan lahan di banyak stasiun, sebaiknya kerja sama dengan pemilik gedung atau pusat belanja di sekitar stasiun,” ungkapnya.
PT MRT Jakarta, lanjut Nirwono, dinilai keliru jika menyatakan park and ride tidak di butuhkan di stasiun pusat kota. Ter lebih stasiun-stasiun dinilai nya belum terintegrasi dengan Jak Lingko dan Transjakarta.
“Di titik pusat kota seperti Blok M dan Dukuh Atas juga perlu park and ride untuk mengurangi kendaraan pribadi dari dalam kota,” pungkasnya.
Seperti diketahui, total ada 13 stasiun MRT yang terbentang dari wilayah Jakarta Selatan sampai Jakarta Pusat.