Pemerintah Target 512.000 Tenaga Kerja Konstruksi Tersertifikasi, Ini Caranya

Taufik Fajar, Jurnalis
Minggu 17 Maret 2019 11:52 WIB
Foto: Taufik Okezone
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong percepatan sertifikasi bagi para tenaga kerja konstruksi baik yang ahli maupun terampil. Sebab menurutnya, program ini sangat positif bagi kesejahteraan tenaga.

Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Iskandar Hartawi mengatakan, pihaknya akan terus menciptakan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan bersertifikat.

"Jadi, kita harus menciptakan tenaga-tenaga terampil dan harus bersertifikat," katanya di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (17/3/2019).

 Baca Juga: Mengintip Cara Kerja Tukang Bangunan Cs Garap Infrastruktur

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin menyatakan, pihaknya akan menargetkan 512.000 orang tenaga kerja konstruksi bersertifikat melalui program pelatihan dan sertifikasi reguler, maupun jalur vokasional.

"Sebanyak 212.000 orang nantinya atas anggaran APBN, dan 300.000 tenaga kerja konstruksi bersertifikat melalui LPJK dan sumber dana lainnya. Oleh karena itu tahun ini Kementerian PUPR menargetkan 512.000 tenaga kerja konstruksi bersertifikat," katanya.

 Baca Juga: Bagikan 16.000 Sertifikat, Menteri PUPR: Presiden Jokowi Ingin Tenaga Konstruksi Premium

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya