JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut pergerakan nilai tukar dan suku bunga acuan dalam negeri banyak terpengaruh dari ekonomi global. Utamanya kebijakan dari Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, awal mula jika nilai tukar dan suku bunga acuan Indonesia terpengaruh kebijakan The Fed pada awal tahun 2000 dan 2001. Ketika itu, lanjut Mirza, Amerika Serikat sedang krisis. Sehingga mau tidak mau The Fed pun menurunkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate).
"Periode 2000, 2001 saat the Fed turun ratenya. Kita lihat bahwa suku bunga kita mampu turun. Pada saat itu kurs membaik," ujarnya di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (27/3/2019).
Baca Juga: Aliran Dana Asing Capai Rp74 Triliun
Setelah itu, ekonomi AS mulai kembali membaik dan membuat The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya dari 1% menjadi 5,25%.