"Pada waktu suku bunga AS mulai naik 2004-2005 dan naik sangat cepat dari 1% ke 5,25%, saat itu pun kurs kita melemah dan saat itu kita harus respons dengan suku bunga Indonesia yang naik," jelasnya.
Namun pada 2008, ekonomi Amerika Serikat mengalami krisis yang berasal dari subprime mortgage sehingga AS melakukan pelonggaran besar-besaran. Pelonggaran itu dilakukan dengan menurunkan suku bunga acuan secara drastis dari 5,25 ke 0,25%.
"Kemudian suku bunga Indonesia turun dan kurs menguat," ucapnya.
Baca Juga: Tak Pakai Dolar AS, Perdagangan RI-Thailand Naik 4 Kali Lipat Jadi Rp121 Miliar
Setelah itu, pada 2013 ekonomi Amerika Serikat mulai recovery. Sehingga The Fed pun memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunga acuannya.