BANTEN - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Unit 4 di Balaraja akan beroperasi pada akhir tahun 2019 ini. Saat ini progres pembangunan PLTU mencapai 87,86%.
Direktur Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS mengatakan, jika sudah beroperasi PLTU ini bisa menurunkan biaya produksi dari PLN. Penghematan sendiri diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
"Kalau ini beroperasi tepat waktu kita bisa hemat Rp300 miliar," ujarnya di PLTU Lontar, Banten, Jumat (29/3/2019).
Baca Juga: PLTU Lontar Serap 2.000 Tenaga Kerja, Asing Berapa Banyak?
Hary menjelaskan, PLTU Lontar sendiri memiliki biaya produksi sekitar Rp680 per kWh. Murahnya biaya produksi ini dikarenakan menggunakan batu bara.
"Penurunan biaya pokok penyediaan listrik. Pertama kalau sukses biaya produksi PLN akan turun. Contoh PLTU di sini biaya produksinya Rp680 per kWh," katanya.
Jika dibandingkan dengan biaya produksi dengan menggunakan bahan baku lainnya memang penggunaan batu bara ini relatif murah. Biaya produksi jika menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) sendiri adalah Rp2.000 per kW.