JAKARTA – Mempertimbangkan besarnya kebutuhan dana belanja modal tahun ini guna menggenjot kinerja keuangan yang lebih baik ke depannya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memutuskan tidak membagikan dividen untuk laba kinerja keuangan 2018 sekitar USD60 juta. “Pada 2019 akan ada kebutuhan capital yang cukup besar dibandingkan dengan 2018,” kata Direktur Vale Indonesia, Bernardus Irmanto dilansir dari Harian Neraca, Kamis (4/4/2019).
Dirinya menjelaskan, perseroan sudah menyampaikan kepada pemegang saham untuk tidak membagikan dividen. Pertimbangan utama yakni kondisi kas perseroan sehingga keuntungan dicadangkan. Disebutkannya, dua proyek pengembangan besar yang dibidik perseroan yakni pengembangan smelter feronikel di Bahadopi, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan smelter nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pihaknya menyebut proyek tersebut tengah dalam proses negosiasi final.
Baca Juga: Vale Indonesia Bukukan Ebitda USD235 Juta
Bernardus mengatakan, perseroan menganggarkan belanja modal senilai USD165 juta pada 2019. Rencana itu naik dua kali lipat dari USD83 juta pada 2018. Sebagai sumber pendanaan, sambungnya, perseroan akan menggunakan kas internal. Berdasarkan laporan keuangan 2018, emiten pertambangan logam itu membukukan pendapatan sebesar USD776,9 juta pada 2018 atau tumbuh 23,45% secara year-on-year (yoy). Dari situ, perseroan membukukan laba bersih USD60,51 juta, setelah pada 2017 mencatatkan rugi bersih USD15,27 juta.