NEW YORK - Harga minyak dunia turun tipis pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data Pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentahnya. Tetapi harga berjangka bertahan di dekat level tertingginya dalam hampir lima bulan, karena penurunan produksi yang dipimpin OPEC dan sanksi-sanksi terhadap Iran memperketat prospek pasokan.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni sedikit melemah USD0,06 menjadi ditutup pada USD69,31 per barel di London ICE Futures Exchange. Patokan global menyentuh tertinggi sesi di USD69,96, yang terkuat sejak 12 November, ketika mereka diperdagangkan di atas USD70.
Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun USD0,12 menjadi menetap pada USD62,46 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah sempat mencapai USD62,99, tertinggi sejak 7 November.
Persediaan minyak mentah di Amerika Serikat naik 7,2 juta barel pekan lalu, karena impor bersih naik, produksi sedikit lebih tinggi ke rekor baru dan tingkat penyulingan melambat, kata Badan Informasi Energi AS (EIA). Padahal para analis memperkirakan penurunan 425.000 barel.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Capai Level Tertinggi Tahun Ini
"Impor minyak mentah naik dan ekspor minyak mentah turun, yang berarti impor bersih jauh lebih tinggi. Pemrosesan minyak mentah tetap lebih rendah dari biasanya. Produksi minyak mentah naik ke level rekor baru 12,2 juta barel per hari," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch, dikutip dari Antaranews, Kamis (4/4/2019).