MRT dan Transjakarta Bakal Terhubung di Stasiun ASEAN

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 11 April 2019 10:56 WIB
Proyek MRT Jakarta (Foto: Okezone)
Share :

Apalagi Sekretariat ASEAN sedang direnovasi untuk membuat kenyamanan bagi delegasi ASEAN yang berada di Jakarta. Saat ini gedung ASEAN yang hanya menampung 500 orang itu nantinya setelah direnovasi akan memberikan fasilitas yang lebih banyak lagi untuk para delegasi menggelar pertemuan-pertemuan di Jakarta. Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock-hoi menyebutkan, terdapat 1.600 pertemuan yang diselenggarakan di Jakarta selama satu tahun. Adanya Stasiun MRT dan Gedung Sekretariat ASEAN baru diperkirakan bakal lebih banyak lagi pertemuan di Jakarta. “Jadi kita akan mengingatkan secara berangsur-angsur agar menggunakan bangunan dan stasiun,” ucapnya.

 

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono mengatakan, untuk Halte CSW akan dibangun jembatan penghubung sekitar 100 meter dari Stasiun ASEAN menuju Halte CSW. Untuk mengatasi Halte CSW Koridor XIII (Tendean- Ciledug) yang tingginya mencapai 20 meter, PT Transportasi Jakarta akan membangun sarana prasarana seperti lift atau eskalator. “Kalau pakai lift kapasitasnya terbatas, jadi lebih lambat bawa orang. Kalau pakai eskalator akan lebih banyak dan lebih cepat. Kendalanya kaum difabel belum bisa naik eskalator karena spacenya enggak cukup. Ini makanya lagi dikaji,” ujar Agung, beberapa waktu lalu. Dia menargetkan pada Oktober 2019 skybridge rampung dan bisa digunakan warga Jakarta.

“Kemungkinan Mei mulai pembangunannya. Habis sayembara ada DED (detail engineering design ),” katanya. Sayembara yang dilakukan PT Transportasi Jakarta adalah untuk menentukan desain jembatan penghubung. Ketua Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, integrasi bus Transjakarta dengan MRT dan angkutan umum lainnya dalam satu program Jak Lingko tidak mempengaruhi rencana induk integrasi transportasi Jabodetabek. BPTJ akan mengintegrasikan Jak Lingko dengan moda transportasi massal milik pemerintah pusat seperti KRL Commuter Line atau light rail transit (LRT) Jabodebek sehingga pada 2029 tercipta moda share angkutan umum maksimal 80%.

(Bima Setiyadi)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya