"Bisnis makanan mencatat kerugian operasi sebesar Rp64 miliar di biaya-biaya perseroan yang tidak dialokasikan, dibandingkan dengan Rp78 miliar pada periode yang sama tahun lalu," ujarnya dikutip dari Inews.id, Jakarta, Senin (24/6/2019)
Lindvall mengungkapkan, bisnis nonmakanan Hero Group naik 21 persen pada kuartal I-2019 menjadi Rp715 mililar. Dia menyebut, promosi produk kecantikan Guardian cukup sukses mengerek laba sementara profitabilitas IKEA turun karena biaya barang meningkat, termasuk biaya pra pembukaan karena Hero membangun toko baru.
"Laba usaha (bisnis nonmakanan) sebesar Rp79 miliar di luar biaya-biaya perseroan yang tidak dialokasikan, dibandingkan dengan Rp87 miliar tahun lalu," tutur dia.
(Rani Hardjanti)